Generik
Generik
Rp. 19,148 / KAPSUL
Rp 95.738 Per 5 KAPSUL
Fluconazole 150 MG Kapsul
Subtotal
Rekomendasi Lainnya Untukmu
Produk Serupa
Diflucan 150 MG Kapsul
Rp. 172,808 / Per KAPSUL
Produk dengan kandungan sejenis
Produk Serupa
Fluxar Kapsul 150 MG
Rp. 88,079 / Per KAPSUL
Produk dengan kandungan sejenis
Produk Serupa
Govazol Kapsul 150 MG
Rp. 99,567 / Per KAPSUL
Produk dengan kandungan sejenis
Produk Serupa
Kifluzol Capsule 150 MG
Rp. 39,572 / Per KAPSUL
Produk dengan kandungan sejenis
Deskripsi Produk
Zat Aktif / Komposisi
Tiap kapsul mengandung : Fluconazole 150 mg
Indikasi
Untuk mengobati Meningitis Kriptokokal, Kandidemia, Kandidiasis Diseminata, dan Infeksi Kandida Invasif lainnya, Kandidiasis Orofaringeal, Kandidiasis Esofagus, Kandidiasis Vaginal, Infeksi Kandida Superfisial, Tinea Pedis, Corporis, Kruris, Infeksi Kandida/Kriptokokal Sistemik., Infeksi kandida mukosa, Meningitis Cryptococcal
Dosis
-
Dewasa :
- Meningitis kriptokokal : diawali dengan 400 mg, kemudian 200-400 mg sekali sehari paling sedikit selama 6-8 minggu.
- Kandidemia, kandidiasis yang menyebar, dan infeksi kandida invasif lain : diawali dengan 400 mg, kemudian 200 mg/hari, bisa ditingkatkan sampai 400 mg/hari.
- Kandidiasis orofaringeal : 50 mg sekali sehari selama 7-14 hari.
Lanjutkan pengobatan untuk memperpanjang periode pengobatan pada pasien immunokompromi berat (pasien yang daya tahan tubuhnya sangat lemah). Dosis maksimal: 100 mg. - Kandidiasis esofagus : 50 mg/hari selama 14-30 hari.
Maksimal 100 mg/hari. - Kandidiasis vagina : 200 mg sebagai dosis tunggal.
Anak-anak : - Infeksi kandida superfisial : 1-2 mg/kg berat badan/hari.
- Infeksi kriptokokal/kandida sistemik : 3-6 mg/hari.
Efek Samping
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap fluconazole atau senyawa azol terkait.
Perhatian
AIDS. Superinfeksi yang disebabkan oleh strain candida yang tidak sensitif. Hentikan jika lesi bulosa/eritema multiforme muncul. Anafilaksis. Gangguan hati/ginjal. Kehamilan & laktasi. Anak berusia <16 tahun. Terapi anti jamur alternatif mungkin dibutuhkan pada pasien dengan pertumbuhan yang pesat golongan kandida yang kebal terhadap Flukonazol. Terapi jangan dilanjutkan jika terjadi penyakit hati.
Interaksi obat :
- Warfarin, Sulfonil Urea, Fenitoin, Rifampisin, Siklosporin, Teofilin, Astemizol dan Terfenadin.
- Hidroklorotiazida, obat-obat kontrasepsi oral, Zidovudin.
- Antikoagulan Koumarin, Sulfonilurea.
- Fenitoin.
- Kontrasepsi oral.
Cara Penyimpanan
Simpan obat ditempat yang sejuk ( tidak lebih dari 30°C ) dan kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Informasi Produk
Obat yang memerlukan resep atau konsultasi dokter sebelum digunakan demi keamanan penggunaan.