Medicastore App

Belanja obat lebih mudah di aplikasi medicastore

Jardiance Duo 5 Mg/500 MG Tablet Salut Selaput Keras Originator

Rp. 13,470 / TABLET

Rp 134.699 Per 10 TABLET

Jardiance Duo 5 Mg/500 MG Tablet Salut Selaput

Produk Tidak Kedaluwarsa Dijamin 100% Ori

Produk ini hanya tersedia lewat pre-order. Butuh cepat?

Lihat produk serupa yang tersedia
Jumlah:


Deskripsi Produk

Jardiance Duo merupakan obat dengan kandungan zak aktif Empagliflozin 5 mg, Metformin HCl 500 mg dalam bentuk tablet yang mempunyai efek kerja sebagai terapi tambahan terhadap diet & olahraga untuk memperbaiki kontrol glikemik pada pasien yang tidak dapat dikendalikan  dengan dosis maksimal (yang dapat ditolerir) metformin saja; pasien yang sedang diterapi dengan kombinasi empagliflozin & metformin dalam tablet terpisah.   Hati-hati Jardiance Duo pada pasien, (Detail informasi dalam kolom perhatian). Apabila tidak terjadi perbaikan atau terdapat efek samping segera hubungi dokter.!

Zat Aktif / Komposisi

Empagliflozin 5 mg, Metformin HCl 500 mg

Indikasi

Untuk orang dewasa dengan DM tipe 2 sebagai tambahan terhadap diet & olahraga untuk memperbaiki kontrol glikemik pada pasien yang tidak dapat dikendalikan dengan dosis maksimal (yang dapat ditolerir) metformin saja; pasien yang sedang diterapi dengan kombinasi empagliflozin & metformin dalam tablet terpisah.

Dosis

Dosis bersifat individual. Dosis harian maks: 25/2000 mg. Pasien yg tdk dpt dikendalikan secara adekuat dg metformin saja Dosis awal Empagliflozi 5 mg 2 x/hr + metformin yang setara dengan dosis yang sdg digunakan. Dapat ditingkatkan hingga dosis harian total empagliflozin 25 mg pada pasien yang toleran terhadap dosis total harian empagliflozin 10 mg. Pasien yang beralih dari tablet terpisah menjadi Jardiance Duo Dosis harian sama dengan dosis empagliflozin & metformin yang sebelumnya digunakan. Dosis anjuran: 1 tablet 2 x/hr

Efek Samping

Hipoglikemia; ggn GI. Moniliasis vagina, vulvovaginitis, balanitis & infeksi genital lain, ISK (termasuk pielonefritis & urosepsis); rasa haus; ggn daya pengecapan; pruritus (menyeluruh), ruam kulit; peningkatan frekuensi berkemih; peningkatan kadar lemak serum.

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas. Semua jenis asidosis metabolik akut (misalnya asidosis laktat, ketoasidosis diabetik). Pre-koma diabetes. Penyakit yg dpt menyebabkan hipoksia jaringan (terutama peny akut, atau perburukan peny kronik) misalnya gagal jantung, kegagalan pernapasan, infark miokard yg baru terjadi, syok. Intoksikasi alkohol akut. Bedah mayor. Insufisiensi hati. Gagal ginjal sedang & berat atau ggn fungsi ginjal (bersihan kreatinin <60 mL/mnt atau laju filtrasi glomerulus/eGFR <60 mL/mnt/1,73 m2). Kondisi akut dg potensi mengakibatkan ggn fungsi ginjal spt dehidrasi, infeksi berat, syok, pemberian zat kontras yg mgd yodium scr IV. 

Perhatian

Tdk boleh digunakan pd pasien DM tipe 1. Hentikan terapi jika ada dugaan ketoasidosis; pertimbangkan utk monitoring & penghentian sementara pd kondisi klinis yg dpt menyebabkan ketoasidosis (misalnya puasa dlm waktu lama krn penyakit akut atau pembedahan); jika ada dugaan necrotizing fascitiis; pd kasus ISK rekuren. Pasien dg diet sangat rendah karbohidrat, dg penyakit akut, ggn pankreas yg mungkin disebabkan defisiensi insulin, penurunan dosis insulin, penyalahgunaan alcohol, dehidrasi berat & dg wirayat ketoasidosis. Penghentian sementara terapi pd kasus dehidrasi. Peningkatan risiko asidosis laktat. Hentikan metformin sblm atau pd saat dilakukan prosedur pencitraan & jangan dilakukan hingga 48 jam kemudian. Evaluasi necrotizing fasciitis pd pasien dg gejala nyeri atau perlunakan, eritema, pembengkakan pd area genital atau perineum, demam, kurang enak badan. Periksa laju filtrasi glomerulus sblm mulai terapi & selanjutnya scr berkala. Pantau fungsi jantung & ginjal scr rutin pd pasien dg gagal jantung stabil kronik. Dikontraindikasikan pd pasien dg gagal jantung akut & tdk stabil. Pantau status volume cairan tubuh & elektrolit scr hati-hati pd kondisi yg dpt menyebabkan hilangnya cairan tubuh (misalnya pad penyakit GI).    Pertimbangkan utk dilakkan penghentian terapi utk sementara hingga kehilangan cairan tubuh teratasi & pd pasien dg ISK terkomplikasi. Hentikan terapi pd saat operasi dg anestesi umum, spinal, atau epidural & jangan diberikan hingga sekurang-kurangnya 48 jam; pastikan bahwa fungsi ginjal sdh dievaluasi ulang & dlm kondisi stabil. Peningkatan hematocrit. Tes glukosa urin positif. Lakukan pemerksaan tungkai scr berkala &  perawatan kaki secara rutin pd semua pasien diabetes. Lakukan pemeriksaan rutin vit B12 serum tiap 2 hingga 3 tahun. Hamil. Hentikan pemberian ASI selama terapi. Tdk dianjurkan bagi anak <18 thn. Lanjut usia ≥85 thn; meningkatkan risiko deplesi cairan tutuh pd lanjut usia  ≥75 thn.

Cara Penyimpanan

Simpan obat ditempat yang sejuk ( tidak lebih dari 30°C ) dan kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk

Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Informasi Sediaan Tablet / Kaplet / Kaptab
Pabrik Farmasi BOEHRINGER INGLHEIM PHARMA SERVICES INDO
Nomor Izin Edar (NIE) DKI2056100117A1