Medicastore App

Belanja obat lebih mudah di aplikasi medicastore

Eliquis 5 MG Tablet Keras Originator

Rp. 30,216 / TABLET

Rp 302.153 Per 10 TABLET

Eliquis 5 MG Tablet

Produk Tidak Kedaluwarsa Dijamin 100% Ori

Produk ini hanya tersedia lewat pre-order. Butuh cepat?

Lihat produk serupa yang tersedia
Jumlah:


Deskripsi Produk

Eliquis merupakan obat dengan kandungan zak aktif Apixaban 5 mg dalam bentuk tablet yang mempunyai efek kerja sebagai pencegahan kejadian tromboemboli vena (KTV) pada pasien dewasa yang harus menjalani operasi elektif penggantian tulang panggul atau lutut & stroke pada pasien dengan non-valvular atrial fibrillation (NVAF) dengan ≥1 faktor risiko termasuk pasien yang tidak cocok dengan terapi antagonis warfarin / vit K (VKA).   Hati-hati Eliquis pada pasien dengan peningkatan risiko perdarahan seperti kelainan perdarahan kongenital atau acquired, (Detail informasi dalam kolom perhatian). Apabila tidak terjadi perbaikan atau terdapat efek samping segera hubungi dokter.!

Zat Aktif / Komposisi

Apixaban 5 mg.

Indikasi

Pencegahan kejadian tromboemboli vena (KTV) pada pasien dewasa yang harus menjalani operasi elektif penggantian tulang panggul atau lutut & stroke pada pasien dengan non-valvular atrial fibrillation (NVAF) dg ≥1 faktor risiko termasuk pasien yang tidak cocok dengan terapi antagonis warfarin / vit K (VKA).

Dosis

Pencegahan KTV: Operasi penggantian pinggul atau lutut elektif 2.5 mg 2x/hr. Dosis awal hrs diberikan 12-24 jam sesudah operasi. Durasi pengobatan yang dianjurkan: Pasien yang menjalani operasi penggantian pinggul 32-38 hari. Pasien yg menjalani operasi penggantian lutut 10-14 hari. Pencegahan stroke pd pasien dg NVAF 5 mg 2 x / hr. Dapat dikurangi menjadi 2.5 mg2x/hr [setidaknya 2 dari berikut ini: Usia ≥80 tahun, berat badan ≤60 kg atau kreatinin serum ≥1,5 mg / dL (133 mikromol / L). Gangguan ginjal berat (CrCl 15-29 mL / mnt) 2.5 mg 2x/hr.

Efek Samping

Anemia; trombositopenia; hipersensitivitas; edema alergi & anafilaksis; perdarahan pada otak, mata (mis., konjungtiva), intra-abdominal, saluran pernapasan, GI, hemoroid, mulut, rektal, gingiva, retroperitoneal, otot, vag, urogenital & perdarahan pasca prosedur; hematoma; epistaksis, mual; hemoptisis; hematokezia; peningkatan transaminase, peningkatan AST, peningkatan ?-glutamyltransferase, tes fungsi hati abnormal, peningkatan alkali fosfatase darah, peningkatan bilirubin darah; ruam kulit; hematuria; perdarahan pasca tindakan medis, kondisi darah yang tidak diketahui

Kontra Indikasi

Hipersensitivitas. Pedarahan aktif yang signifikan secara klinis, penyakit hati yang berhubungan dengan koagulopati & risiko perdarahan yang relevan secara klinis. Lesi atau kondisi yang dapat dianggap sebagai faktor risiko yang signifikan untuk perdarahan mayor. Pemberian bersamaan dengan agen antikoagulan lainnya.

Perhatian

Peningkatan risiko perdarahan seperti kelainan perdarahan kongenital atau acquired; penyakit GI ulseratif aktif; endokarditis bakteri; trombositopenia; gangguan trombosit; riwayat stroke hemoragik; hipertensi berat yang tidak terkontrol; operasi otak, tulang belakang, atau oftalmologi dalam waktu dekat belakangan ini. Hentikan terapi jika terjadi komplikasi hemoragik & pertimbangkan untuk memulai terapi yang tepat (misalnya, hemostasis bedah atau fresh frozen plasma transfusion). Gangguan ginjal (CrCl <15 mL / menit). Kontraindikasi pada pasien dengan penyakit hati yang berhubungan dengan koagulopati & risiko perdarahan yang relevan secara klinis. Tidak dianjurkan pada pasien dengan gangguan hati berat. Pasien dengan gangguan hati ringan atau sedang (Child Pugh A atau B). Berat badan rendah (<60 kg). Pasien yang menerima pengobatan sistemik bersamaan dengan inhibitor kuat dari CYP3A4 & P-gp seperti, antimikotik azol (ketokonazol, itrakonazol, vorikonazol & posaconazole) & HIV-PI (ritonavir); penginduksi CYP3A4 & P-gp yang kuat (rifampisin, fenitoin, karbamazepin, fenobarb, atau St. John's wort). Pasien yang menerima terapi sistemik bersamaan dengan penginduksi kuat dari CYP3A4 & P-gp untuk pencegahan VTE pada operasi penggantian pinggul atau lutut elektif, stroke pada pasien dengan NVAF. Administrasi bersama dengan produk obat yang mempengaruhi hemostasis seperti, OAINS, asam asetilsalisilat, penghambat agregasi trombosit atau agen antitrombotik lainnya. Anestesi spinal / epidural atau injeksi. Operasi patah tulang pinggul. Pasien dengan katup jantung prostetik dengan atau tanpa fibrilasi atrium. Pasien dg masalah herediter yg jarang seperti intoleransi galaktosa, defisiensi Lapp-laktase, atau malabsorpsi glukosa-galaktosa. Hamil & laktasi. Anak <18 thn. Lansia.

Cara Penyimpanan

Simpan obat ditempat yang sejuk ( tidak lebih dari 30°C ) dan kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk

Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Informasi Sediaan Tablet / Kaplet / Kaptab
Pabrik Farmasi PFIZER INDONESIA , PT
Nomor Izin Edar (NIE) DKI2190702117B1

Pilihan Lainnya