Medicastore App

Belanja obat lebih mudah di aplikasi medicastore

Rytmonorm 150 MG Tablet Keras Originator

Rp. 9,376 / TABLET

Rp 93.751 Per 10 TABLET

Rytmonorm 150 MG Tablet

Produk Tidak Kedaluwarsa Dijamin 100% Ori

Produk ini hanya tersedia lewat pre-order. Butuh cepat?

Lihat produk serupa yang tersedia
Jumlah:


Deskripsi Produk

Rytmonorm merupakan obat dengan kandungan zak aktif Propafenon hcl / Propafenone hcl 150 mg dalam bentuk tablet yang mempunyai efek kerja sebagai pengobatan & pencegahan takhiaritmia ventrikular, supraventrikular termasuk fibrilasi atrium,takhikardia, bahkan pada sindroma WPW semua tipe ekstrasistol ventrikular & supraventrikular.   Hati-hati Rytmonorm pada pasien dengan gangguan fungsi hati atau ginjal, trimester pertama kehamilan, (Detail informasi dalam kolom perhatian). Apabila tidak terjadi perbaikan atau terdapat efek samping segera hubungi dokter.!

Zat Aktif / Komposisi

Propafenon HCl / Propafenone HCl 150 mg

Indikasi

Pengobatan & pencegahan takhiaritmia ventrikular & supraventrikular termasuk fibrilasi atrium & takhikardia, bahkan pada sindroma WPW; semua tipe ekstrasistol ventrikular & supraventrikular.

Dosis

Dosis disesuaikan secara induvidual berdasarkan respon dan toleransi pasien.
Diawali dengan 150 mg tiap 8 jam.
Dosis dapat ditingkatkan dalam jarak waktu minimal 3-4 hari menjadi 225 mg tiap 8 jam.
Maksimal : 900 mg/hari.

Efek Samping

Kadang-kadang : anoreksia (kehilangan nafsu makan), perasaan penuh pada perut, mual, muntah, rasa pahit, baal pada mulut. Sekali-sekali penglihatan kabur, vertigo, reaksi kulit karena alergi, ketidakteraturan sirkulasi pada ortostasis. Jarang : kelelahan, sakit kepala, gangguan psikis, gejala-gejala ekstrapiramidal, bradikardia, blok SA, atrio-ventrikular, atau intraventrikular. Kolestasis. Resiko terkena takhikardia ventrikular atau geletar ventrikular, fibrilasi, pengurangan potensi & jumlah sperma (pada dosis tinggi), sangat jarang : penurunan jumlah sel darah putih, granulosit, dan trombosit yang sepenuhnya bersifat reversibel, agranulositosis jarang teramati. Kejang bronkhus, kejang (akibat overdosis).

Kontra Indikasi

Manifestasi gagal jantung, syok kardiogenik (kecuali untuk syok yang diakibatkan oleh aritmia), bradikardia berat selama 3 bulan setelah infarksi miokardial, sebelumnya terdapat kelainan konduksi impuls SA, atrio-ventrikular, & intraventrikular tingkat tinggi, "sick sinus syndrome", manifestasi gangguan keseimbangan elektrolit, penyakit penyumbatan paru berat, hipotensi yang tampak nyata, miastenia gravis.

Perhatian

  • Gangguan fungsi hati atau ginjal, trimester pertama kehamilan, menyusui, lansia atau pasien dengan gangguan fungsi miokardial berat, dosis harus ditambahkan secara hati-hati.
  • Bisa mengganggu kemampuan untuk mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin.
  • Bisa mengubah ambang langkah serta ambang perasaan perintis artifisial.
    Interaksi obat :
    - efek bisa terpotensiasi oleh anestesi lokal, β-bloker, antidepresan trisiklis.
    - bisa meningkatkan kadar Propranolol, Metoprolol, Desipramin, Siklosporin, Digoksin dalam plasma.
    - kadar plasma bisa meningkat bila diberikan secara serentak dengan Simetidin atau Quinidin.
    - bisa mempertinggi efek antikoagulan.
    - pemberian bersama dengan Fenobarbital atau Rifamisin bisa meningkatkan kadar Propafenon dalam plasma, mungkin dalam kadar terapeutik.

Cara Penyimpanan

Simpan obat ditempat yang sejuk ( tidak lebih dari 30°C ) dan kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Informasi Produk

Golongan Produk
Obat Keras (Merah)
Informasi Sediaan Tablet / Kaplet / Kaptab
Pabrik Farmasi ABBOT INDONESIA , PT
Nomor Izin Edar (NIE) DKL0200202617A1