Medicastore App

Belanja obat lebih mudah di aplikasi medicastore

Sindrom Terowongan Radial


Sindrom Terowongan Radial

Definisi Sindrom Terowongan Radial

Sindrom terowongan radial (Radial Tunnel Syndrome) adalah suatu kumpulan gejala yang timbul akibat tertekannya saraf Radialis di terowongan yang berada di lengan bawah dekat sendi siku.

Perjalanan Saraf Radialis dan daerah yang dipersarafinya

Sumber: melbournehandtherapy.com.au

Saraf Radialis adalah salah satu dari 3 saraf yang mempersarafi daerah tangan. Saraf-saraf lainnya adalah saraf Medianus dan Saraf Ulnaris. Ketiganya berawal dari daerah leher (tulang belakang leher), tempat keluar semua saraf.

Saraf Medianus dan Ulnaris akan berjalan di bagian depan lengan dan tangan, sementara saraf Radialis awalnya berjalan pada bagian depan tangan dan pada sisi luar siku, saraf Radialis akan berjalan dengan posisi menyilang melewati suatu terowongan yang dibentuk oleh otot dan tulang dan disebut sebagai Terowongan Radial menuju bagian punggung lengan bawah dan tangan.

Terowongan radial terletak di area sendi humeroradial, yaitu sendi yang menggabungkan tulang humerus (tulang lengan atas) dengan tulang radial (salah satu tulang lengan bawah) dan melewati pangkal otot Supinator.

Saat melewati terowongan radial, Saraf Radialis berjalan di bawah otot Supinator, dan setelah keluar dari terowongan, cabang saraf tersebut menempel pada otot Supinator di bagian belakang lengan bawah. Otot Supinator berperan pada gerakan memutar tangan kanan searah jarum jam, seperti pada gerakan menggunakan obeng untuk mengencangkan sekrup.

Saraf Radialis berperan dalam memberikan sensasi pada kulit posterior (bagian punggung) lengan atas, kulit bagian posterior dan sisi luar lengan bawah dan pergelangan tangan, sendi siku dan pergelangan tangan dan tangan dan saraf Radialis juga memiliki cabang sensorik untuk tulang mulai dari sendi siku hingga ke tangan. Sementara cabang motorik akan mempersarafi sebagian besar otot ekstensor lengan atas dan lengan bawah.

Penyebab Sindrom Terowongan Radialis

Gejala akan timbul saat terjadi penekanan pada Saraf Radialis. Penekanan ini dapat terjadi di beberapa tempat sepanjang terowongan dan akan menimbulkan rasa nyeri.

Gerakan mendorong dan menarik dengan kuat dan berulang, gerakan menegangkan pergelangan tangan, mencengkeram, gerakan mencubit yang dilakukan secara berulang dengan kuat, dan gerakan memutar lengan secara konstan dan berulang (dalam pekerjaan perakitan) juga dapat menyebabkan penekanan dan mengiritasi saraf Radial.

Pukulan langsung (trauma) ke bagian luar siku juga dapat melukai Saraf Radialis. Kelainan lain berupa Lipoma, Ganglia, tumor tulang, dan peradangan otot atau bursa di sekitarnya juga dapat menyebabkan penekanan secara langsung pada saraf Radialis.

Gejala Sindrom Terowongan Radialis

Keluhan yang ditimbulkan karena penekanan saraf Radialis pada Radial Tunnel Syndrome kadang sulit dibedakan dengan Tennis Elbow Syndrom (lihat bahasan Epikondilitis Lateral). Lokasi timbulnya nyeri pada Tennis Elbow yaitu di tendon yang menempel pada epikondilus lateral (tepat pada sendi siku), sementara lokasi tepat rasa nyeri pada Radial Tunnel Syndrome biasanya dirasakan sekitar 2 inci dari bagian atas lengan bawah bagian luar.

Lokasi nyeri pada Radial Tunnel Syndrome dan Epikondilitis Lateral (Tennis Elbow Syndrome)

Sumber : http://www.eorthopod.com

  • Nyeri yang menusuk pada bagian atas lengan bawah, punggung tangan, dan samping siku. Rasa nyeri muncul saat penderita mencoba untuk meluruskan pergelangan tangan dan jari-jari tangan.
  • Rasa nyeri akan semakin memburuk ketika penderita menekuk pergelangan tangan ke belakang, memutar telapak tangan ke atas atau memegang sesuatu dengan pergelangan tangan kaku dan siku dalam posisi lurus.
  • Dapat terjadi kelemahan/kelelahan otot bagian belakang lengan bawah dan pergelangan tangan sehingga sulit untuk menstabilkan pergelangan tangan saat menggenggam dan mengangkat benda.
  • Tidak ditemukan adanya rasa baal atau kesemutan, karena bagian sensorik dari cabang saraf radialis dari atas siku tidak memasuki terowongan radial sehingga tidak akan terjadi penekanan dan iritasi bagian sensorik saraf Radialis ini.

Diagnosis Sindrom Terowongan Radialis

Diagnosis didasarkan pada:

  • Gejala-gejala yang ada yaitu nyeri yang menusuk pada bagian atas lengan bawah, punggung tangan, dan samping siku.
  • Pemeriksaan fisik berupa kelemahan otot yang disebabkan oleh rasa sakit, perabaan lunak pada area tulang radial bagian atas (2 inci dari bagian atas lengan bawah), dan pemeriksaan ”Uji jari tengah” dimana akan timbul rasa nyeri apabila jari tengah ditahan dalam posisi ekstensi.
  • Sementara pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan radiologi dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis dan penyebab lain dan pemeriksaan electromyografi dilakukan hanya untuk memastikan diagnosis, memastikan area saraf yang mengalami penekanan dan tingkat keparahan kondisi

Penanganan Sindrom Terowongan Radial

Penanganan konservatif dilakukan untuk mengurangi tekanan pada saraf, dengan beberapa cara sebagai berikut :

  • Obat-obatan untuk mengurangi inflamasi atau peradangan dengan obat Non Steroid Anti Inflamation Drug (NSAID), ataupun pemberian Kortikosteroid injeksi untuk mengurangi peradangan, pembengkakan dan penekanan pada Saraf Radialis secara langsung.
  • Penggunaan penyangga (splint) untuk pergelangan tangan dan atau siku, serta menghindari gerakan memutar pergelangan tangan dan menekuk lengan pada sendi siku, karena gerakan ini dapat memperparah iritasi pada saraf Radialis yang sedang tertekan.
  • Terapi fisik (fisioterapi) dan latihan fisik. Terapi ini dilakukan oleh dokter ahli, meliputi pemberian terapi pemanasan, pendinginan, atau  untuk mengatasi nyeri dan penderita juga akan diajarkan berbagai latihan untuk menjaga kesehatan otot tangan dan lengan, antara lain dengan latihan peregangan untuk mengurangi penekanan pada saraf.

Terapi Operatif dilakukan apabila pergelangan tangan menjadi lemah dan cenderung untuk turun (wristdrop) atau jika gejala-gejala tidak membaik setelah 3 bulan dilakukan terapi, maka mungkin diperlukan pembedahan untuk menghilangkan/membebaskan tekanan pada saraf.

Setelah menjalani pembedahan, lengan bawah harus diistirahatkan dari aktivitas dengan penggunaan splint atau brace. Secepat mungkin lengan bawah juga harus dilatih untuk meningkatkan kisaran gerakannya (range of motion) dan setelahnya baru dilakukan latihan untuk meningkatkan kekuatan dari lengan bawah dan tangan melalui pelatihan-pelatihan yang akan diajarkan oleh dokter spesialis yang merawat.

 

Referensi:
  • J, Kimball. Cubital and Radial Tunnel Syndrome. Web MD. 2012.
  • S, David R. Radial Tunnel Syndrome. Merck Manual Health Handbook. 2013.
  • Radial Tunnel Syndrome. e-Orthopod. The Methodist Hospital System Methodist Orthopedics. 2014
Sindrom Terowongan Radial radial tunnel syndrome saraf radialis nyeri siku penekanan saraf radialis nyeri tangan dan siku nyeri lengan bawah

Spesialis Terkait

Obat Terkait

ABDIFLAM ACLONAC ACTREL AKNIL ALAXAN ALIF ALLOGON AMOXICILLIN ANAFEN ANALSPEC ANASTAN ANTRAIN APTOR ARCOXIA ARFEN ARGESID ARTHRIFEN ARTRILOX ASAM ASIMAT ATRANAC ATROCOX BENEURON BENOXICAM BIMACYL BIMASTAN BRUFEN BUFAFLAM BUFECT CAMELOC CARGESIK CATAFLAM CELEBREX CELECOXIB CENDO CIPROXIN CLOFECON CORSTANAL COUNTERPAIN COXILOID COXIRON COXTOR DATAN DEFLAMAT DENTACID DEXKETOPROFEN DEXPROFEN DICLOFENAC DICLOFLAM DIVOLTAR DOFEN DOGESIC DOLO DOLO-LICOBION DOLOFEN DOLOS EFLAGEN ERPHAFLAM ETORICOXIB ETORVEL EXAFLAM FARGETIC FARGETIX FARSIFEN FAXIDEN FEBRYN FELDCO FELDENE FEMISIC FENAMIN FENATIC FENRIS FETIK FEVRIN FLAMAR FLAMIC FLAMOXI FLASICOX GALTAREN GENOSTEN GINIFAR GITARAMIN GOFLEX GORALGIN GRAFIX GRAZEO HEXCAM Hotin HUFAGRIPP IBUPROFEN IKAFLAM IMOREN INFELD IREMAX IRGAPAN ITRAMOL KADIFLAM KADITIC KALIUM KALTROFEN KEREN KETESSE KETOROLAC KLOTAREN KONIFLAM LACOSIB LAFEN LAFLANAC LANAREUMA LANTIFLAM LAPISTAN LEXAGIN LEXAPROFEN LEXICAM LICOSTAN LONENE LOXIL MATSUNAFLAM MAXSTAN MECOX MEFENAMIC MEFENTAN MEFINAL MEFINTER MEFIX MEGATIC MELET MELFION MELOCID MELOXICAM MELOXIN MERFLAM MEVILOX MEXPHARM MIONALGIN MIXALGIN MOBIFLEX MOFEN MOLASIC MOVI-COX MOVIX MOXAM NACOFLAR NATRIUM NAVOREN NAZOVEL Neo Strata NEURALGIN NEUROFENAC NEUROPYRON-V NEUROSANBE NICHOFLAM NICHOSTAN NILAREN NIMOTOP NONFLAMIN NORAGES NOTRITIS NOVASTAN NOVAXICAM NOVEXIB NUBREX NUCOXI NULOX OPISTAN ORINOX OSTARIN OSTELOX PARAMEX PENAGON PILOPIL PIROCAM PIROFEL PIROXICAM PONALAR PONDEX PONSAMIC PONSTAN PONSTELAX PRITAGESIC PROFECOM PROFENAL PROFENID PRONALGES PRORIS PROSIC PROSINAL PROSTANAC PROVIRON RAOST RAVEN REMABREX REMATOF RENADINAC REPASS RHELAFEN RHETOFLAM RIBUNAL ROFIDEN ROXIDENE SAMCOFENAC SAMROX SCANAFLAM SCANDENE SCANTAREN SELPYRON SIKSTOP SIMPROFEN SIMRIS SORICOX SPEDIFEN STANALIN STANZA STILERAN SULFITIS TEAMIC TERANOL TERMOFEN TIFALSIC TILFLAM TOFEDEX TOPGESIC TORAMINE TORASIC TORDEX TRIFASTAN TROFLAM TROLAC TROPINEURON TROPISTAN VELCOX VOLTADEX VOLTAREN VOLTEN VOXIB WIROS WITRANAL X-CAM XEPAFEN XEPATHRITIS XEVOLAC XICALOM